Senin, 19 Juli 2010

4 DIMENSI USAHAWAN DALAM MENANGGAPI PERUBAHAN

Menurut catatan saya, sedikitnya ada 4 jenis dimensi ruang di mana para usahawan harus mampu berkiprah. Pada 4 dimensi ruang itu pula , para usahawan membekali diri dengan 4 jurus dasar sebagai solusi untuk bertahan dalam kehidupan yang sewaktu-waktu bisa berubah.

Hal ini sebenarnya tidak melulu tentang sepak terjang para pengusaha atau pebisnis, melainkan juga mencakup semua kelompok sosial yang bermental proaktif, tangguh, tanggap serta trengginas terhadap setiap perubahan yang mungkin terjadi. Empat dimensi itu adalah sebagaimana diuraikan di bawah ini.

(1)
Pada keadaan pasar (ekonomi) normal, solusinya adalah nilai tambah
atas hal-hal teknis.

Apabila keadaan sedang tidak menunjukkan ketidakstabilan, tidak juga ada gonjang-ganjing dalam masalah politik, ekonomi, sosial atau lainnya, maka solusi untuk tetap eksis di blantika kehidupan berbisnis, biasanya dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah atas hal-hal teknis pada produk, baik barang mau pun jasa. Sebab apa?

Sebab dalam dimensi ruang seperti ini, yang memegang peranan utama adalah memang hal-hal yang menyangkut kualitas produk, teknologi, ketersediaan bahan baku, ketersediaan SDM dan lain sebagainya.

Sampai kepada tingkat persaingan yang intensitasnya masih termasuk normal, para usahawan harus berkonsentrasi pada masalah bagaimana membuat nilai tambah yang memungkinkan produk mereka menjadi lebih unggul terhadap para pesaingnya. (more…)
Tags: ekonomi, kehidupan berbisnis, kualitas, Muizzaddin, politik, sosial, Usaha
Posted in Belajar Menjadi Pengusaha | No Comments »
Menjadi Pengusaha Nggak Harus Pintar
Saturday, April 17th, 2010

Biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: “belajar!”. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.

Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.

Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.

Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: “Leaders are made, not born”.

Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi “ilmu bisnis”, wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya.

Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.

Rabu, 14 Juli 2010

SIAPAKAH AKU


Aku mungkin Bukan orang yang baik.
Aku juga mungkin termasuk orang munafik.
Mungkin muka dan tubuhku mencerminkan siapa sebenarnya aku.

Seseorang yang terkadang bisa sedih karena sesuatu masalah yang mungkin menurut orang lain hanyalah sepele.
Seseorang yang bisa merasa sakit, bila disakiti sedikit saja anggota badan serta perasaannya.
Seseorang yang dapat marah bila diganggu harga diri dan kesabarannya.

Mungkin...
Aku seseorang yang dapat terseyum bila sedang bahagia.
Aku seseorang yang dapat menangis bila sedang sedih.
Aku juga pintar menyembunyikan kesedihan dihadapan semua orang bila itu diperlukan.

Aku juga sering merasa Iri dengan apa yang orang lain miliki.
Walupun terkadang aku merasa bangga akan semua yang aku miliki.

Aku sering tidak puas dengan kehidupan ini, dan menganggap hidup ini tidak adil.
Aku dapat dengan cepat menyadari bahwa pikiran-pikiran ku salah tentang ketidak adilan dunia padaku.

Aku juga dapat sakit hati bila putus cinta dan dikhianati.
Aku juga dapat merasa bahagia bila disayangi dan dicintai dengan tulus.

Aku juga dapat mencintai dan menyayangi.
Aku juga dapat setia dan sabar menanti.

Aku juga dapat menjadi orang lain bila aku terpaksa melakukannya.
Aku dapat menjadi orang jahat yang mampu meruntuhkan bumi bila perlu untuk mendapatkan keadilan dan mempertahankan harga diri.

AKu...
Aku...........
Aku, Siapa sebenarnya diriku
Mungkin Aku sendiri pun tak tau siapa sebenarnya aku.
Apa sebenarnya mauku.
Dan apa sebenarnya tujuan dan cita-cita hidupku.

Ha.ha.ha.ha.ha.ha.............
Mungkin terlalu naif bila ada seseorang yang bilang dapat mengerti diriku.
Aku sendiri yang memiliki perasaan dan tubuh ini pun
sampai sekarang blm bisa mengerti siapa aku dan apa mau ku.

Dan bila ada seseorang yang dapat mengerti aku dengan pengertian, kesabaran dan ketulusan darinya.
semoga dialah sebagian hati dan jalan hidupku.

Yang menyadarkan ku, siapa diriku sebenarnya.
Apa yang menjadi tujuan hidupku.
Dan mengajarkan ku cara mengerti dan memahami orang lain dengan tulus.
Dan menyadarkanku bahwa dalam hidup aku tak sendiri.

Senin, 12 Juli 2010

Haul di Makam Putri Sunan Gunung Jati

BANGIL - Bangil dikenal memiliki banyak ulama berpengaruh yang setiap tahun dirayakan haulnya. Seperti kemarin (12/7) dilakukan ribuan jamaah ke lokasi masjid makam Alhababah Syarifah Khodijah. Warga Bangil biasanya menyebut Syarifah Khodijah sebagai Mbah Ratu Ayu Ibu.

Maklum, Hababah Syarifah Khodijah adalah putri dari Kanjeng Sunan Gunung Jati, Cirebon. Sunan Gunung Jati sendiri memiliki nama lain yakni, Syarif Hidayatullah. Kupasan sejarah Islam tentang silsilah siapa Syarifah Khodijah, kemarin disampaikan dalam ceramah agama oleh KH Khafid Hasyim asal Karangpandan, Rejoso.

Selain Kiai Khafid, hadir beberapa tokoh masyarakat dan habaib. Antara lain Camat Agus Pudjianto, habib Husein Sholeh Asegaaf dan habib Ali bin Abdullah.

"Haul dari beliau berdua, Alhabib Abdurrohman bin Umar Baasyaiban dan Alhababah Syarifah Khodijah menjadi pelajaran buat kita semua. Karena dari beliaulah, bibitnya para ulama Pasuruan," ujar KH Khafid kemarin.

Kiai Khafid menceritakan secara runtut. Almaghfurlaha Syarifah Khodijah memiliki putra-putra terbaik yang dikenal di Pasuruan. Di antaranya, Sayid Sulaiman, pendiri Ponpes Sidogiri. Ada juga putranya yang jadi ulama besar yang kini dimakamkan di Rejoso.

Dia adalah Sayid Arif Baasyaiban, Segoropuro. "Termasuk Syaikhona Kholil Bangkalan juga masih kerabat dekat dari silsilah beliau," tegas Kiai yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan ini.

Melahirkan keturunan berupa ulama besar di Pasuruan tidaklah tercetak dengan sendirinya. Sebab, selain silsilah dari salah satu Wali Songo, suami Alhababah Syarifah Khodijah juga orang terhormat. Yakni, Habib Abdurrohman bin Umar Baasyaiban. Di kalangan orang Jawa, Habib Abdurrahman lebih dikenal dengan sebutan Jaka Tingkir.

Dan pagi kemarin, keduanya diperingati wafatnya dengan beragam doa oleh ribuan jamaah. Peringatan haul keduanya tercatat yang ke-483 dan 458 kalinya. Malam harinya, para jamaah Ishari membacakan salawat.

Diteruskan pagi harinya, membaca Maulid Nabi dan ziarah ke makam Syarifah Khodijah. "Sayangnya, sejarah-sejarah Islam seperti ini, tidak banyak diwariskan buat cerita anak cucu kita. Di sekolah-sekolah, jarang sekali yang mengajarkan tentang sejarah Islam. Padahal ini sangat penting artinya," tegas Kiai Khafid.

Ketua panitia peringatan haul, M Hasyim Muzammil menyatakan, setiap tahun jamaah yang mengikuti haul selalu bertambah. Pihaknya berterima kasih pada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa pada alhabib Abdurrohman dan alhababah Syarifah Khodijah.

"Haul itu kan hubungannya dengan yang meninggal. Kami sendiri mengadakan haul ini tetap dalam format sederhana. Karena mungkin yang wafat maunya demikian. Dulu kami pernah mau mengundang Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi. Tapi yang wafat rupanya tidak mau. Sehingga, keduanya tidak hadir. Jadi, enak dan tetap seperti ini saja," tegas Hasyim Muzammil.

Minggu, 11 Juli 2010


Tak ingin ku melihat kesedihanmu, ku hanya ingin
melihat senyumanmu, walau ku tersakiti, walau ku terkuliti, namun hati
ini tak akan pernah mati untuk mecintai...kuingin kau selalu
menanti..menanti saat dimana ku mati dan hati terobati

Jumat, 02 Juli 2010

kegagalan adalah penyemangat KESUKSESANKU.....