Minggu, 28 November 2010

Kehidupan

Dikehidupan yang fana ini..
Terasakan keindahan dan kesedihan hati..
Sakit yang tak kau ingini..
Senang yang kau tunggui..

Kebebasan merupakan impian...
Kebebasan bukan berarti tak ada aturan
Wahai para puitisme masa depan
buatlah dunia puisi menjadi terdepan..

Bilamana hati dan badan satu tujuan
buatlah kita mendapat keberhasilan..
Hanya satu keadilan..
Kebebasan yang masih dalam batas ATURAN..


Sniper

Sabtu, 27 November 2010

Rintikan hujan dikota batu..
Meneteskan air mata dihatiku.
Terpancarkan sinar mata membeku..
menatap tajam hati yang bisu..

sadarlah wahai gadis pujaan hatiku..
disini aku tetap akan menunggumu.....

Senin, 22 November 2010

Kamis, 18 November 2010

9 Cara Perbaiki 'Mood' dalam 30 Menit

Bagi sebagian orang, suasana hati dengan mudah berubah, apa pun pemicunya. Jika berubah lebih baik, dari negatif menjadi positif, maka tak jadi soal. Bagaimana jika sebaliknya, suasana hati yang sedang baik berubah seketika dan merusak mood Anda.Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengatakan bahwa Anda tak perlu merasa egois saat sedang ingin membahagiakan diri sendiri. Penelitian menunjukkan, seseorang yang lebih bahagia memberikan manfaat baik bagi dirinya.
"Seseorang yang bahagia lebih mudah bergaul, disenangi banyak orang, sehat, dan produktif," katanya.
Saat Anda berusaha membangun kembali mood menjadi lebih baik, artinya Anda juga membantu orang lain lebih merasa bahagia.

1. Pompa energi dengan meningkatkan aktivitas
Meningkatkan level aktivitas bisa dilakukan kapan saja. Saat menerima telepon misalnya, jangan hanya duduk diam. Berdirilah atau lakukan jalan kecil. Jika ada tangga, mengapa harus menggunakan elevator? Manfaatkan fasilitas yang bisa membantu Anda memompa energi lebih kuat lagi. Atau, berjalanlah 10 menit di sela-sela waktu kerja Anda.

2. Berjalan kaki di alam terbuka
Sempatkan berjalan kaki di alam terbuka. Jangan mengurung diri di kamar atau ruangan saja. Penelitian menunjukkan, cahaya alami luar ruang menstimulasi otak yang bisa meningkatkan mood.

3. Berkomunikasi
Lakukan komunikasi dengan teman lama, melalui surat elektronik, atau apa pun fasilitas yang nyaman bagi Anda. Atau, jalinlah hubungan dengan teman baru. Membangun ikatan emosi dengan orang lain membuat suasana hati lebih positif. Anda tak hanya sedang memoles keramahan diri, namun juga membuat orang lain lebih ramah kepada Anda. Dengan menjalin komunikasi, Anda juga memperkuat emosi dan kehangatan persahabatan dengan orang lain. Hal ini akan membuat Anda lebih merasa bahagia.

4. Singkirkan pekerjaan yang menyebalkan
Sementara waktu, tinggalkan semua jadwal atau tugas yang hanya akan memperburuk mood. Seperti masalah seputar asuransi yang harus Anda selesaikan, membeli sejumlah kebutuhan yang memusingkan Anda, atau menjadwalkan ulang janji bertemu seseorang untuk urusan tak menyenangkan yang tidak terlalu penting. Meninggalkan sejumlah tugas tak menyenangkan sementara waktu akan memberikan kesenangan, yang bisa memperbaiki mood Anda.

5. Lakukan pekerjaan yang berbeda dari biasanya
Ciptakan suasana baru di rumah. Saat bosan dengan rutinitas, ciptakan kegiatan baru yang jarang atau tak pernah Anda lakukan. Misalnya, jika biasanya pekerjaan berbenah dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pekerja rumah tangga, maka ambil alih sementara. Cukup 10 menit saja, lakukan pekerjaan asing yang jarang Anda lakukan.
6. Berbuat baik lah untuk orang lain
Saat teman meminta bantuan Anda dalam mencari informasi tertentu, segera ambil kesempatan ini. Perkenalkan ia dengan teman Anda yang bisa membantunya mendapatkan informasi tersebut. Melakukan sesuatu yang berguna membuat Anda lebih merasa positif.

7. Selamatkan hidup seseorang
Tak sulit menjadi pahlawan. Mendonorkan darah menjadi salah satu caranya. Santunan darah dari Anda bisa menyelamatkan orang lain. Melakukan sesuatu yang berharga akan membuat Anda merasa berharga.

8. Tunjukkan bahwa Anda bahagia dengan senyuman
Senyuman meningkatkan mood Anda. Selain itu, wajah yang dihiasi senyuman memberikan kesan bahwa Anda bersahabat dan mudah bergaul.

9. Memelajari hal baru
Pilih subyek yang memancing rasa ingin tahu Anda. Manfaatkan waktu 15 saja untuk mencari informasi di internet dan nikmati waktu untuk membaca. Atau pergilah ke toko buku, belilah buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Pilih topik yang Anda sukai dan menyenangkan, bukan topik yang Anda butuhkan atau harus Anda ketahui.

Selasa, 16 November 2010

Hati yang mengambang
Terasa akan bimbang
Senyuman mu yang terpandang
terbawa angan melayang
Terlukiskan ANGAN BAYANGMU
Pagi yang selalu dipenuhi berkah ini,
kenyataan yang tak seindah ini,
Air mata yang telah tersakiti,
Menetes dipelupuk hati,

Biarkan aku berlari,
Mengejar sang mimpi,
Cahaya yang dinanti,
Kapan kau datang sebelum aku MATI,.

Kamis, 11 November 2010

Sejak diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook berulang kali "disalahkan" atas berbagai masalah. Mulai dari hancurnya pernikahan, obesitas pada anak, hingga oleh Professor Peter Kelly, kepala kesehatan publik di Teesside, Inggris, mengungkap kalau Facebook berperan dalam penyebaran penyakit sipilis.

Selain tiga hal tersebut, banyak efek lain dari Facebook yang berakibat buruk. Berikut sepuluh dampak buruk Facebook yang di muat di Telegraph, dan jangan sampai Anda mengalaminya.

1. Memicu perceraian
Pengacara menyalahkan Facebook untuk satu dari lima petisi perceraian online. Situs yang bisa mempertemukan teman lama dan membuat penggunanya bisa saling bicara melalui aplikasi chatting ini, disebut sebagai latar belakang meningkatnya kehancuran pernikahan dan godaan untuk berselingkuh.

2. Memicu anak bunuh diri
Kepala gereja katolik di Inggris dan Wales, Archbishop Vincent Nichols, memperingatkan bahwa Facebook bisa mendorong remaja memiliki pandangan bahwa pertemanan adalah sebuah komoditas. Hal itu bisa memicu keinginan untuk bunuh diri, ketika hubungan tidak berjalan lagi.

3. Lenyapkan ungkapan tradisional
Survei yang dilakukan sebuah perusahaan peneliti pasar pada 4.000 orang yang usianya dibawah 30 tahun, mengungkap bahwa banyak ungkapan tradisonal yang tidak lagi diungkapkan karena Facebook.

4. Memicu gangguan tulang
Facebook juga sering disalahkan karena gangguan tulang yang terjadi pada anak-anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dan permainan komputer, merupakan pemicu penyakit seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.

5. Membuat orang menjadi tertutup
Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang dewasa yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya.
6. Membuat pasangan cemburu
Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada, menemukan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Mereka menemukan bahwa makin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya sangat tinggi.

7. Dijadikan ajang menantang hukum
Pada beberapa kasus hukum di Inggris, Facebook, dijadikan ajang untuk menantang hukum. Pihak yang tersangkut kasus hukum membuat grup, yang namanya sangat provokatif dan melawan hukum.

8. Membuat banyak orang tua jatuh cinta
Ofcom, sebuah badan pembuat regulator komunikasi, menemukan lebih banyak orang setengah baya yang menjadi anggota situs jejaring sosial seperti Facebook. Hal itu menunjukkan fenomena situs jejaring sosial telah "tumbuh", dengan pengguna yang berusia 35 hingga 54 tahun melonjak sebesar 25 persen sepanjang tahun 2009.

9. Membuat penggunanya merasa tidak menarik
Jutaan pengguna Facebook mengatakan menghindari menggunggah foto dan menghapus nama dari berbagai foto, karena merasa terlalu gemuk, tua, atau terlihat jelek. Hal itu menurut survei yang dilakukan perusahaan yang memproduksi produk penurunan berat badan, LighterLife, pada 2000 orang.

10. Mengungkap kehidupan pribadi
Banyak orang yang memajang foto-foto pribadinya di Facebook tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintainya. Seperti kasus istri seorang kepala agen rahasia Inggris, Sir John Sawers, yang memajang foto-foto keluarganya secara detail di Facebook saat berlibur bersama keluarganya.

Selasa, 09 November 2010

5 Cara Membangun Percakapan Seru di Kencan Pertama

Ada beberapa faktor yang menentukan suksesnya kencan pertama. Salah satunya adalah kemampuan membangun percakapan yang menyenangkan.

Untuk membuat sebuah percakapan yang menyenangkan, hal yang harus diperhatikan bukanlah jawaban yang Anda berikan, tetapi bagaimana cara Anda menjawabnya. Berikut ini cara-cara agar si dia merasa nyaman menngobrol dengan Anda pada kencan pertama, seperti yang dikutip dari sheknows.

Bahasa tubuh
Tak jarang kencan pertama menjadi kegiatan yang menegangkan. Hal ini biasanya dikarenakan Anda ingin terlihat sempurna baik secara fisik maupun mental.

Anda mungkin sudah berdandan semaksimal mungkin untuk kencan ini, namun bagaimana dengan mental Anda? Terlalu tegang karena tidak ingin terlihat buruk di depannya kadang menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Agar tidak terlihat tegang meskipun sebenarnya Anda cukup grogi menghadapi si dia, maka jagalah kontak mata saat mengobrol. Namun jangan terlalu berlebihan karena akan membuat suasana kaku.

Ketika suara terasa gemetar, maka berhentilah berbicara sejenak dan tarik napas dalam-dalam dan kembali berbicara. Perhatikan juga sikap grogi yang Anda miliki, seperti mengetuk jari ke meja atau menggoyangkan kaki.

Kenali lebih jauh teman kencan Anda
Kadang, karena terlalu ingin menarik perhatian si dia, maka Anda berbicara tanpa henti mengenai diri sendiri. Padahal, Anda juga perlu mengevaluasi dirinya, apakah ia seperti yang Anda harapkan atau tidak.

Stop menceritakan tentang diri sendiri terus-menerus dan tanyakanlah seputar kehidupannya. Ada banyak hal yang bisa Anda tanyakan, mulai dari pekerjaan, keluarga hingga hal-hal yang ia sukai.

Ringkas dan jelas
Pada kencan pertama, jangan terlalu banyak memberikan informasi tentang diri Anda. Jika ia menanyakan tentang diri Anda, jawablah dengan ringkas dan jelas.

Biarkan ia menilai Anda dan biarkan ia mencari tahu seperti apakah Anda. Hal ini baik untuk membuatnya penasaran sehingga mencari tahu sendiri lebih jauh, karena biasanya pria tertarik pada wanita yang membuatnya penasaran.

Hindari keluhan dan topik sensitif
Banjir dan kemacetan kota merupakan masalah yang dialami setiap warga di kota besar, khususnya Jakarta. Sedikit membahas masalah ini memang tidak dilarang, namun jika Anda mengeluh berlebihan tentang kemacetan, banjir dan bos yang menyebalkan, maka jangan harapkan kencan kedua. Pria tidak ingin mengencani wanita yang ingin dikasihani atau terlalu banyak mengeluh.

Ada beberapa topik yang sensitif, misalnya saja topik yang berhubungan dengan agama. Hindari pembahasan seputar topik tersebut karena tidak sesuai dengan situasi dan tempat. Topik lain yang kurang menarik di bahas adalah masalah politik.

Buat kencan singkat
Meskipun Anda mempunyai topik yang seru untuk dibahas dengan si dia, meskipun Anda merasakan ketertarikan yang luar biasa dengan si dia, hindari kencan pertama berlangsung terlalu lama. Hal ini merupakan taktik agar mendapatkan kencan kedua, ketiga dan seterusnya. Buat si dia menginginkan Anda lebih dan lebih lagi. Jadi pastikan Anda menyimpan pembahasan yang seru untuk dibahas pada kencan selanjutnya.

Minggu, 07 November 2010

Tips Smart Melatih Anak Menjadi Kutubuku

1. Membaca Dengan Keras.

Membaca dengan suara keras membuat kegiatan membaca menjadi menyenangkan dan menjadi memori tersendiri bagi si anak, terutama saat membaca buku-buku yang mereka sukai dan yang memiliki topik menarik. Saat Anda membaca, Anda bisa mengubah suara, mengikuti bunyi alat musik, sehingga anak akan mudah terangsang dan tertarik. Membacakan buku untuk anak perlu dilakukan sesering mungkin. Jadikan waktu membaca menjadi sebuah ritual (kegiatan rutin), misalnya setelah mandi, sebelum tidur siang atau tidur malam. Pengenalan sedini mungkin akan mampu menularkan hobi membaca pada buah hati.
2. Posisi Membaca.

Duduklah di samping anak atau dudukan anak di pangkuan Anda ketika waktu membaca tiba. Dengan begitu anak juga bisa halaman-halaman buku dan memperhatikan bagaiman gerakan mata Anda saat membaca dari halaman ke halaman berikutnya. Kedekatan ini melibatkan sentuhan sayang yang meningkatkan atau menunjang proses tumbuh kembang, serta memunculkan ide pada anak bahwa membaca sangatlah menyenangkan.
3. Memberi Contoh.

Semakin sering orang tua melibatkan anak dalam membaca yang rutin, maka anak pun akan semakin tertarik untuk membaca kelak.
4. Berikan Paparan Yang Berbeda.

Semangati anak untuk bereksplorasi dan bermain seperti Anda menamakan suatu benda yang dapat meningkatkan minat baca pada anak. Pengalaman-pengalaman ini akan terseimpan dalam memori dan saat anak melihat pengalaman ini di depan mata, maka kegiatan membaca sudah mudah mereka lakukan.
5. Gunakan Buku Bergambar.

Semakin dini usia anak, berarti buku dengan porsi gambar lebih banyak, akan lebihbaik. Gambar-gambar yang ada akan menstimulasi anak untuk membuat cerita atau mengarang cerita. Coba ajukan ertanyaan, gambarkan dengan ilustrasi, dan bagaimana kesemuanya itu berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Biarkan ia bebas berimajinasi dengan cerita-cerita Anda tersebut.
6. Bicara dan Dengarkan Anak.

Percakapan akan membangun gudang kata-kata mereka. Anak akan belajar dari kata-kata yang mewakili benda-benda dan ide-ide. Saat Anda berbicara mengenai kehidupan dan dunai sekelilignya, kelak mereka akan mampu meletakkan ide-ide tersebut dalam konteks dan bisa memberi arti pada setiap peristiwa.
7. Bicara Mengenai Buku-Buku.

Diskusikan dengan mereka betapa penting arti buku. Atau bisa saja dengan sederhana Anda mengatakan bahwa cerita tersebut sungguh menarik. Mengajukan pertanyaan juga bisa membuat mereka semakin termotivasi untuk membaca.
8. Berikan Aneka Buku Sebagai Hadiah.

Ajak anak ke toko buku seperti halnya mengajak mereka ke kebun binatang atau toko mainan. Jika mereka tampak tertarik dengan sebuah buku, seperti halnyua kalau mereka tertarik pada mainan atau benda tertentu seperti mobil atau binatang, maka belilah buku tersebut.
9. Membaca Bersama.

Membaca dengan keras di hadapan ‘penonton’ misalnya kakek, nenek, teman, atau kakak/adik bisa melatih kemampuan baca dan meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Tetapi jangan paksa jika mereka belum bisa atau masih takut, mungkin Anda bisa membaca buku secara bergiliran.
10. Hindari Televisi dan Games.

Hasil berbagai studi menunjukkan menonton televisi dapat memperpendek perhatian anak. Karena televisi atau komputer tidak mendorong anak untuk berinteraksi dan kontak fisik dengan orang tua seperti layaknya membaca buku. Membaca akan membangun imajinasi anak lebih besar dibandingkan televisi atau komputer.
11. Memberikan Pujian.

Pujilah anak setelah selesai membaca. hindari untuk menghukumnya bila anak membuat kesalahan atau agak lambat untuk belajar. Berilah selalu semangat walau kemajuan yang dibuat anak cukup kecil.
12. Waktu Yang Tepat.

Tidak ada kata ‘kepagian’ untuk memulai membaca. Studi yang telah dilakukan pada The Effect of Reading To An Unborn Child On The Child’s Itelegence and Rate OF Reading Anda Writing Skills oleh Wixiom et al (Department of Education and Child Development, Sunshine University), menunjukkan bahwa pada akhir pengamatan tahun ke-10, membaca pada sekelompok bayi-bayi yang belum lahir dapat meningkatkan tingkatan membaca, kemampuan membaca, dan rasa percaya diri dibandingkan dalam kelompok kontrol. Karena bayi-bayi tersebut mendengar suara orang tua mereka saat membaca. Hal ini akan membangun ikatan khusus saat bayi bisa mendengar dan mempelajari suara orang tuanya.
13. Jenis Bacaan.

Bayi-bayi hingga usia 24 bulan senang dengan buku-buku penuh gambar ataupun buku-buku yang bisa dibawa mandi (terbuat dari plastik dan kain), karena mereka belum bisa menjaga buku-buku mereka, sebelum usia mereka genap 2 tahun. Pilihlah buku yang memiliki irama berulang, atau dengan cerita awal, tengah dan akhir atau buku dengan permainan interaktif (misalnya buku yang memiliki tombol yang bisa bersuara) atau dengan boneka tangan.

Peran dan fungsi seorang ibu

Sebagai “tiang rumah tangga” amatlah penting bagi terselenggaranya rumah tangga yang sakinah yaitu keluarga yang sehat dan bahagia, karena di atas yang mengatur, membuat rumah tangga menjadi surga bagi anggota keluarga, menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi bagi suaminya. Untuk mencapai ketentraman dan kebahagian dalam keluarga dibutuhkan isteri yang shaleh, yang dapat menjaga suami dan anak-anaknya, serta dapat mengatur keadaan rumah sehingga tempat rapih, menyenangkan, memikat hati seluruh anggota keluarga.

Menurut Baqir Sharif al-Qarashi (2003 : 64), bahwa para ibu merupakan sekolah-sekolah paling utama dalam pembentukan kepribadian anak, serta saran, untuk memenuhi mereka dengan berbagai sifat mulia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. yang artinya: “Surga di bawah telapak kaki ibu”, menggambarkan tanggung jawab ibu terhadap masa depan anaknya. (Zakiyah Daradjat, 1995 : 50)

Dari segi kejiwaan dan kependidikan, sabda Nabi di atas ditunjukan kepada para orang tua khususnya para ibu, harus bekerja keras mendidik anak dan mengawasi tingkah laku mereka dengan menanamkan dalam benak mereka berbagai perilaku terpuji serta tujuan-tujuan mulia, adapun tugas-tugas para ibu mendidik anak-anaknya yaitu :

1. Para ibu harus membiasakan perbuatan-perbuatan terpuji pada anak,
2. Para ibu harus memperingatkan anak-anak mereka akan segala kejahatan dan kebiasaan buruk, perilaku yang tidak sesuai dengan kebiasaan sosial dan agama,
3. Para ibu harus memiliki kesucian dan moralitas sebagai jalan pendidikan untuk putra-putri mereka,
4. Para ibu jangan berlebihan dalam memanjakan anak,
5. Para ibu harus menanamkan pada anak rasa hormat pada ayah mereka,
6. Para ibu jangan pernah menentang suami, sebab akan menciptakan aspek kebencian dengan kedengkian satu sama lain,
7. Para ibu harus memberi tahukan pada kepala keluarga setiap penyelewengan tingkah laku anak-anak mereka,
8. Para ibu harus melindungi anak dari hal-hal buruk menggoda serta dorongan-dorongan perilaku anti sosial,
9. Para ibu harus menghilangkan segala ajaran atau metode yang dapat mencederai kesucian serta kemurnian atau meruntuhkan moral dan etika seperti buku-buku porno novel,
10. Para ibu harus memelihara kesucian dan perilaku terpuji. (Baqir Sharif al-Qarashi, 2003 : 66)

Para ibu bertanggungjawab menyusun wilayah-wilayah mental serta sosial dalam pencapaian kesempurnaan serta pertumbuhan anak yang benar. Sejumlah kegagalan yang terjadi diakibatkan oleh pemisahan wanita dari fungsi-fungsi dasar mereka.

Ibu-ibu yang sering berada di luar rumah yang hanya menyisakan sedikit waktu untuk suami serta anak-anak telah menghilangkan kebahagian anak, menghalangi anak dari merasakan nikmatnya kasih sayang ibu, sebab mereka menjalankan berbagai pekerjaan di luar serta meninggalkan anak disebagian besar waktunya.

Peran dan fungsi seorang ibu

Sebagai “tiang rumah tangga” amatlah penting bagi terselenggaranya rumah tangga yang sakinah yaitu keluarga yang sehat dan bahagia, karena di atas yang mengatur, membuat rumah tangga menjadi surga bagi anggota keluarga, menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi bagi suaminya. Untuk mencapai ketentraman dan kebahagian dalam keluarga dibutuhkan isteri yang shaleh, yang dapat menjaga suami dan anak-anaknya, serta dapat mengatur keadaan rumah sehingga tempat rapih, menyenangkan, memikat hati seluruh anggota keluarga.

Menurut Baqir Sharif al-Qarashi (2003 : 64), bahwa para ibu merupakan sekolah-sekolah paling utama dalam pembentukan kepribadian anak, serta saran, untuk memenuhi mereka dengan berbagai sifat mulia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. yang artinya: “Surga di bawah telapak kaki ibu”, menggambarkan tanggung jawab ibu terhadap masa depan anaknya. (Zakiyah Daradjat, 1995 : 50)

Dari segi kejiwaan dan kependidikan, sabda Nabi di atas ditunjukan kepada para orang tua khususnya para ibu, harus bekerja keras mendidik anak dan mengawasi tingkah laku mereka dengan menanamkan dalam benak mereka berbagai perilaku terpuji serta tujuan-tujuan mulia, adapun tugas-tugas para ibu mendidik anak-anaknya yaitu :

1. Para ibu harus membiasakan perbuatan-perbuatan terpuji pada anak,
2. Para ibu harus memperingatkan anak-anak mereka akan segala kejahatan dan kebiasaan buruk, perilaku yang tidak sesuai dengan kebiasaan sosial dan agama,
3. Para ibu harus memiliki kesucian dan moralitas sebagai jalan pendidikan untuk putra-putri mereka,
4. Para ibu jangan berlebihan dalam memanjakan anak,
5. Para ibu harus menanamkan pada anak rasa hormat pada ayah mereka,
6. Para ibu jangan pernah menentang suami, sebab akan menciptakan aspek kebencian dengan kedengkian satu sama lain,
7. Para ibu harus memberi tahukan pada kepala keluarga setiap penyelewengan tingkah laku anak-anak mereka,
8. Para ibu harus melindungi anak dari hal-hal buruk menggoda serta dorongan-dorongan perilaku anti sosial,
9. Para ibu harus menghilangkan segala ajaran atau metode yang dapat mencederai kesucian serta kemurnian atau meruntuhkan moral dan etika seperti buku-buku porno novel,
10. Para ibu harus memelihara kesucian dan perilaku terpuji. (Baqir Sharif al-Qarashi, 2003 : 66)

Para ibu bertanggungjawab menyusun wilayah-wilayah mental serta sosial dalam pencapaian kesempurnaan serta pertumbuhan anak yang benar. Sejumlah kegagalan yang terjadi diakibatkan oleh pemisahan wanita dari fungsi-fungsi dasar mereka.

Ibu-ibu yang sering berada di luar rumah yang hanya menyisakan sedikit waktu untuk suami serta anak-anak telah menghilangkan kebahagian anak, menghalangi anak dari merasakan nikmatnya kasih sayang ibu, sebab mereka menjalankan berbagai pekerjaan di luar serta meninggalkan anak disebagian besar waktunya.

Sabtu, 06 November 2010

Ujub, Riya’ dan Takabbur dalam Psikologi Islami

Mengingat tulisan dari Saudara Bahril Hidayat, beliau mengatakan dalam tulisannya yang berjudul Definisi skizofrenik. Didalamnya terdapat: “salah satu ciri utama (gejala positif) gangguan utama skizofrenia adalah delusi, singkatnya makna delusi sangat dekat dengan kesombongan jika dikaitkan dengan agama, proses dinamika delusi berjalan pada 3 tahap, Unobserveable Phase (ujub), Preobserveable Phase (riya’) dan Observeable Phase (takabbur). Saya tidak menemukan delusi yang terbesar bagi seseorang selain 2 hal. Pertama meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah pada ibadah fardhu (wajib), kedua, berlaku sombong karena merasa banyak ibadah kepada-Nya. Jika seseorang termasuk pada salah satu jenis diatas, maka dia hanya tinggal menunggu masa-masa datangnya psikotik (pribadi terbelah) dalam hidupnya. Atau jika Allah lebih murka kepadanya maka azab Allah dihari pembalasan jauh lebih pedih apabila dia meninggal dalam keadaan belum bertobat.”


Sebelumnya beliau juga menuliskan "Skizofrenik menggerogoti fungsi kesadaran (insight) intelektual, emosional, dan spiritual secara perlahan-lahan. Tak jarang gejala skizofrenik muncul dari peningkatan suatu kesadaran (misal, intelektual) tapi diikuti oleh penurunan kesadaran lain (misal, emosional). Sebagian orang jenius justru mendapat pemikiran yang orisinil dan gemilang melalui tahap awal skizofrenik tersebut. Kesadaran intelektual meningkat (misal, muncul teori atau temuan baru) namun kesadaran emosional-spiritual menurun (misal, delusional of grandeur; penurunan kemauan; penurunan naluriah). Tahap demi tahap itu berlangsung terus menerus hingga akhirnya penurunan tersebut mencapai keadaan distorsi mental yang luar biasa. Apabila kondisi itu sudah terjadi maka skizofrenik berhasil menguasai seseorang. Pada saat itu individu telah kehilangan dirinya, yaitu hilangnya kesadaran intelektual, emosional, dan spiritual secara tidak masuk akal. Bahkan tidak masuk akal bagi penderita skizofrenik lainnya, meski klasifikasi diagnosis tipe skizofrenik (delusi dan halusinasi) mereka sama."

Jelas dari penjelasan yang telah diberikan secara lengkap (bagi saya) oleh Bahril Hidayat memberikan gambaran mengapa menusia menjadi sakit secara kejiwaan dikarenakan manusia tidak bersikap adail terhadap dirinya sendiri atau dengan kata lain melakukan tindakan yang menganiaya diri sendiri. dalam tulisan yang akan jauh dari sempurna dan membutuhkan banyak kritikan ini, penulis akan mencoba untuk memberikan tanggapan terhadap "kegilaan" berdasarkan apa yang telah dituliskan oleh Bahril Hidayat.

seperti apa yang telah dijanjikan oleh alam kepada manusia dimana segala tindakan yang dilakukan oleh manusia akan memberikan efek kembali atau "aksi min reaksi", dimana hukum kekekalan energi berlaku, tidak ada energi yang hilang melainkan berubah bentuk menjadi energi yang lain. janji alam sebagai contoh adalah dalam hal menanam tanaman dimana seorang petani yang menanam padi dengan benih padi maka akan memanen padi, tidak mungkin sang petani yang pergi kesawah dan menanam benih padi akan mendapati pohon kesemek atau juga durian di atas petak sawahnya. demikian juga halnya dengan seseorang yang menanam benih tomat pada ladang maka dengan waktu yang berlalu maka yang akan dia dapatkan diladangnya adalah pohon tomat dengan buah yang merah, bukan pohon jambu atau juga pohon mangga. seperti itulah janji alam kepada kita, apa yang kita peroleh (dalam artian apa yang kita lakukan) akan menjadi sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tanam (dalam artian apa yang kita lakukan).

seperti apa yang telah dijanjikan oleh alam kepada manusia dimana segala tindakan yang dilakukan oleh manusia akan memberikan efek kembali atau "aksi min reaksi", dimana hukum kekekalan energi berlaku, tidak ada energi yang hilang melainkan berubah bentuk menjadi energi yang lain. janji alam sebagai contoh adalah dalam hal menanam tanaman dimana seorang petani yang menanam padi dengan benih padi maka akan memanen padi, tidak mungkin sang petani yang pergi kesawah dan menanam benih padi akan mendapati pohon kesemek atau juga durian di atas petak sawahnya. demikian juga halnya dengan seseorang yang menanam benih tomat pada ladang maka dengan waktu yang berlalu maka yang akan dia dapatkan diladangnya adalah pohon tomat dengan buah yang merah, bukan pohon jambu atau juga pohon mangga. seperti itulah janji alam kepada kita, apa yang kita peroleh (dalam artian apa yang kita lakukan) akan menjadi sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tanam (dalam artian apa yang kita lakukan).

Suatu aliran psikologi yang sedang populer dan cenderung efektif pada masa dewasa ini adalah aliran Psikologi Islam dimana menjadikan ajaran agama Islam sebagai dasarnya, dinamakan psikologi Islam dikarenakan memang pada dasarnya apa yang ada didalamnya merupakan hasil pencitraan Islam dalam dunia psikologi yang diyakini oleh para kalangannya bahwa fungsi Islam adalah Rahmatan Lil Alammin (rahmat bagi semesta alam). Filsafat dasar dari psikologi Islam adalah Tauhid atau yang biasa dikatakan sebagai Laillahailallah (tidak ada Tuhan Selain Allah). Didalam Islam sendiri kata sombong merupakan suatu sifat yang buruk, dikarenakan kesombongan merupakan suatu tindakan yang sangat tidak layak ada pada setiap makhluk dikerenakan satu-satunya yang berhak untuk sombong hanyalah Allah, manusia tidak memiliki daya apapun, sehebat apapun seorang manusia tetap saja dia membutuhkan yang namanya makan, minum, pakaian dan segala macam kebutuhan pokok. Ketergantungan manusia terhadapa tempat hidupnya merupakan salah satu alasan mengapa manusia tidak boleh melakukan kesombongan sedikitpun juga. Segala yang dimiliki manusia entah itu ilmu, kepandaian dan juga harta benda baik itu tubuh dan segala macamnya, berasal dari Allah sebagai suatu titipan dalam kehidupan dunia ini yang hanya bersifat sementara saja.

Skizofrenia merupakan bentuk gangguan pada kejiawaan yang menyerang fungsi kesadaran emosi, intelektual dan spiritual seperti yang telah dijelaskan diatas dikarenakan pada saat mengalaminya seseorang menjadi sangat jauh dari kenyataan atau tidak melihat segala sesuatu sebagaimana mestinya. Terjadi pembelahan dan juga distorsi didalam alam sadar, yang bersumber dari bawah sadar. Tidak dengan cepat seseorang mencapai proses skizofrenia, melainkan keadaan ini dicapai dengan melalui beberapa tahapan, tidak serta-merta menjadi rusak melainkan dengan tahapan sedikit demi sedikit yang menggerogoti diri.

Dalam hal ujub, riya’ dan takabbur ketiganya jelas merupakan bentuk dari kesombongan karena berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia ujub merupakan rasa bangga terhadap diri sendiri secara berlebihan, kemudian riya’ adalah rasa bangga karena telah berbuat kebaikan, dan takabbur adalah merasa diri mulia (hebat, pandai dan sebagainya). Dari ketiga hal itu tidak satupun yang memikirkan tentang adanya pengaruh lain yang menunjang keberhasilan diri seseorang, ketiganya merupakan perasaan teramat bagga terhadap diri sendiri yang membuat seseorang menganggap bahwa segala yang ada pada dirinya merupakan hasil kehebatannya sendiri. Dengan kata lain adalah sombong. Berbagai macam sikap sombong disebut sebagai pintu menuju psikotik dikarenakan dengan perasaan demikian maka seseorang didalam kepalanya telah menyangkal kebenaran. Sebagai contoh jika seseorang memperoleh suatu keberhasilan maka ia menganggap keberhasilan itu adalah hasil dari kehebatannya sendiri, besar kepala, dan melupakan orang-orang yang selama ini mendukung diirnya dalam proses pencapaian keberhasilan itu.

Dengan adanya penyangkalan ini maka seseorang dengan kegembiraan akan keberhasilannya melakukan pemutusan hubungan dengan para penunjang dirinya, ia tidak lagi menganggap bahwa mungkin sahabat, orang tua, teman-teman, saudara, atau sebagainya sebagai penunjang bagi keberhasilannya. Perasaan merasa diri adalah pusat dunia, kesombongan yang sakit. Dalam psikologi barat keadaan mental seperti ini disebut sebagai narsistis, diperkenalkan pertama kali oleh freud yang diambil dari mitologi yunani tentang seorang pemuda yang jatuh hati kepada bayangannya sendiri diatas danau, ia terus memandanginya, dan mengagumi dirinya secara terus menerus. Manusia membutuhkan kebutuhan akan penghargaan namun jika seseorang hanya ingin dipuja secara terus-menerus maka yang terjadi adalah suatu bentuk penyakit yang melekat pada kepribadian, bayangkan saja jika ada manusia yang menginginkan selalu menjadi pusat perhatian, tidak perduli dengan orang lain dan hanya berorientasi pada dirinya sendiri, maka yang terjadi adalah penebaran kerusakan bagi lingkungan, dimana diri narsis (ujub) menjadi sumbernya.

Dengan kesombongan manusia telah memilih psikosis sebagai jalan hidup dikarenakan 2 hal, pertama Ia mendustai dirinya secara sadar dan kemudian dia mengakui kedustannya itu sebagai satu-satunya kebenaran. Dan sudah menjadi bawaan dari dusta bahwa pada akhirnya akan ditutupi oleh dusta yang lain. Dengan demikian maka akan semakin banyak manipulasi didalam kepalanya sendiri sehingga mengakibatkan hilangnya diri dari realitas, terlempar dari kenyataan dan menuju alam skizofrenia, tersiksa akan suatu dusta yang berada didalam kepalanya sendiri yang diyakini oleh diri sendiri sebagai kebenaran.

Dalam psikologi Islam dikarenakan didasari pada AlQuran dan Hadist maka setiap manusia diharuskan barsyukur kepada nikmat yang telah diberikan oleh Allah, dan pelaku Ujub, Riya’ dan takabbur merupakan bentuk ketidak-bersyukuran seseorang terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah, dimana pribadi tidak menganggap ada campur tangan kuasa tuhan terhadap apa yang telah diperolehnya. Sedangkan dalam pandangan Islam sendiri Allah merupakan sumber kekuatan dimana semua makhluk bergantung kepadanya, dan Allah tidak membutuhkan makhluknya barang sedikitpun, Allah Maha Kaya lagi Maha Esa. Orang yang sombong merupakan mereka yang kufur terhadap nikmat Allah, mereka yang menganggap diri lebih dari orang lain, mereka yang menganggap dirinya telah banyak beribadah kepada Allah, mereka yang telah mengkultuskan diri sebagai ahli surga, dan kesemuanya adalah perbuatan-perbuatan yang keji. sedangkan Allah tidak pernah menganiaya hamba-hambanya melainkan mereka yang menganiaya diri mereka sendiri.

Paham dalam Islam tidak menganggap umat manusia sebagai pusat alam semesta, seperti yang telah dijunjung oleh paham humanis, melainkan Islam memandang bahwa setiap manusia itu sama dihadapan Allah dan hanya Allah sajalah yang berhak untuk dipuja dikarenakan segala sesuatu yang ada didalam alam semesta ini merupakan hasil ciptaan Allah dan semua berada di bawah Kuasanya tanpa kecuali. Sedangkan bagi pribadi yang sombong maka yang terjadi adalah perasaan diri hebat jika dibandingkan apapun, dan bahkan merasa diri lebih hebat dari Tuhan. Perbuatan yang sangat mengerikan itu akan membawa manusia pada posisi yang tidak menyenangkan bagi dirinya, bukan karena Allah memberikan azab kepada dirinya melainkan dirinyalah yang menganiaya dirinya sendiri, seperti janji alam yang telah disebutkan diatas berperilaku sombong adalah ibarat menanam pohon penyakit dimana pada akhinya akan menjadikan kita manusia yang sakit secara mental. Perilaku yang kita lakukan sekarang berserta dengan kekuatan hatinya merupakan bakal “buah” yang akan kita peroleh dikemudian hari.

Penanggulangan Ujub, Riya’ dan Takabbur berdasarkan Psikologi Islami

Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim: "Sesungguhnya hati manusia dihadapi oleh dua macam penyakit yang amat besar jika orang itu tidak menyadari adanya kedua penyakit itu akan melemparkan dirinya kedalam kehancuran dan itu adalah pasti, kedua penyakit itu adalah riya dan takabur, maka obat dari pada riya adalah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dan obat dari penyakit takabur adalah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)". Menunjukkan bahwa pada dasarnya dalam Islam jika dipahami secara mendalam maka akan ada obat-obat penyakit hati didalam ayat-ayat Al-Quran. Seperti yang disebut oleh ibnul Qayyim tentang obat dari riya’ dan takabbur yang keduanya merupakan ayat ke-5 dari surat al-fatihah (pembukaan), surat yang dibaca didalam setiap awal rakaat saat melaksanakan Shalat. Kata “Hanya kepada-Mu kami menyembah” sebagai obat dari penyakit hati dari riya dikarenakan hanya kepada Allah saja kita menyerahkan segala sesuatu yang kita lakukan, maka dalam bertindak kebaikan terkadang manusia merasa ingin dilihat oleh orang lain yang pada akhirnya akan diberikan pujian dan juga sanjungan, namun dengan adanya kata “Hanya kepada-Mu kami menyembah (mengabdi)” maka segala sesuatu kebaikan yang kita lakukan bukanlah untuk mencari ketenaran dan juga sanjungan dari orang lain melainkan hanya semata-mata karena Allah. Karena memang hanya Allah-lah yang telah mengijinkan kita untuk melakukan kebaikan tersebut dan atas kuasa-Nya-lah kita mampu beramal soleh dan beribadah.

Lalu untuk penyakit takabbur maka obat yang diperoleh adalah kata “Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”. Hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan dan diri kita tidak mampu untuk menolong diri kita sendiri tanpa adanya ijin dari Yang Menciptakan diri kita, karena ubun-ubun kitapun berada didalam genggaman-Nya, tidak ada suatu kuasapun selain kuasa Allah. Maka tidak pantaslah manusia melakukan hal yang takabbur, membangga-banggakan dirinya, merasa paling hebat, merasa paling benar dan merasa paling suci. Maka dengan kesadaran bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik penolong dalam kehidupan kita, akan menumbuhkan sifat stabil dalam diri kita, dimana kita tahu bukan diri kitalah yang sebenarnya pantas untuk dipuji, melainkan hanya yang Menciptakan kita, bukan diri kitalah yang mengakibatkan kebaikan bagi orang lain melainkan hanya saja Allah menjadikan kita sebagai perantara dari apa yang telah kita lakukan kepada orang lain.

Namun seperti yang diawal dikatakan oleh Bahril Hidayat dimana Ujub merupakan fase awal dari delusi yang dekat dengan kesombongan itu. Dimana ujub merupakan perilaku bangga terhadap diri sendiri, walau ujub tidak dapat terobservasi, melainkan perasaan yang bangga dan memuji diri sendri yang terletak didalam proses mental manusia, sehingga dikatakan sebagai Unobserveable Phase. Ini adalah titik awal dari perilaku riya’ dan takabbur, dan bagi penulis sendiri obatnya adalah pada surat yang sama yaitu al-fatihah, pada ayat 1, 2, 3 dan 4. dimana disana tertulis “Dengan nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang(1) Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam(2) Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang(3) Yang mengusasi hari pembalasan(4)”. Disini tertulis tentang Ar-rahman dan Ar-rahim sebanyak masing-masing 2 kali, walau pada sebagian umat menganggap bahwa “bismillah” bukan merupakan bagian dari surat namun tetap dalam mengawali pembacaan tetap akan dibaca kata “bismillah” sebagai pembukaan. Yang menandakan bahwa Allah maha pengasih dan Maha penyayang, tidak mungkin Allah menyiksa hambanya, melainkan sebagai suatu cobaan yang akan berbuah kebaikan atau merupakan hasil dari perbuatan keji yang dilakukan oleh hamba-hambanya. Segala puji bagi Allah, itulah mengapa kita diharuskan mengucapkan Alhamdulillah pada saat kita menerima kebaikan, karena segala kebaikan yang kita terima adalah rahmat dari Allah, bukan merupakan suatu hasil dari kehebatan kita seorang diri, mengucap syukur kepada yang Maha pengasih merupakan suatu jalan pintas untuk menangkal terjadinya ujub didalam proses mental kita. Maka dengan sendirinya kita akan menyadari bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dibandingkan dengan kuasa Allah, hanya Ia yang berkuasa, dan hanya Ia yang berhak dipuji.

Maka dengan mengingat Allah merupakan obat paling mujarab, dikarenakan hanya dengan berpegang kepada sesuatu yang kekal maka manusia akan selamat dalam melintasi lautan dunia yang sementara ini. Sesuatu yang kekal dan tidak pernah berubah jelaslah bukan makhluk dengan wujud, atau juga bukan dengan teori yang akan berubah dengan adanya pembaruan dan berjalannya waktu, namun kepada ketetapan-ketapan dan kebenaran-kebenaran, yang hanya bias dipahami oleh hati yang bersih Dengan begitu maka kita akan terjauh dari penyakit hati dan juga penyimpangan-penyimpangan dalam kejiwaan kita, sehingga kita tahu dimana kita berdiri, dan mengetahui kepada apa kita berpegang. walau godaan dalam diri manusia akan selalu ada, namun itulah Jihhad yang terbesar, yaitu berperang melawan nafsu di dalam diri sendiri.

Kamis, 04 November 2010

Arti dan Definisi Kepribadian

Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Kepribadian secara umum

Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.

Kepribadian menurut Psikologi

Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.

Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.

Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sbb(E. Koswara):

1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.
2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.
3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.

Selasa, 02 November 2010

CINTA..kau datang bagai angin..
yang memberi kesejukan hati..
Namun kau pergi tak menanti..
saat aku butuh kau di hati..

andai ku bisa..
ku peluk hangat tubuhmu..
Andai kau ada..
Tak akan kulepas dari genggamku..

Mutiara hati bak cahaya..
tak sampai ke pelipur lara..
Tiada hati terungkap sudah..
Kau adalah belahan jiwa..
Jujur ku katakan kepada mu
aku sayang kamu
Aku mencintaimu setulus hati ku
Bagi ku hanya kaulah penerang hidupku

T’lah berulang kali ku coba
Mencari pengganti dirimu
Membuka hati untuk yang lain
Namun semua sia-sia
Dan ternyata cinta ini hanya untuk mu

Mungkin memang aku yang bersalah
Karna ku tak pernah menjadi seperti apa yang kau mau
Andai ku memahami dirimu lebih dari segalanya
Pasti kau dan aku akan bersama selamanya
Tapi kini kau pergi tinggalkan aku

Kasih………….
Salah kah aku tak bisa menjaga hatimu di hati ku
Salah kah aku tak memahami dirimu

Kasih…………
Kini aku kan melupakan mu
Aku kan mencoba membuka hati tuk yang lain
Aku terus mencoba dan terus mencoba melupakanmu
Namun aku tetap tak bisa
Karma Hanya hati mu yang kini ada dihatiku
Sampai kapanpun kau kan selalu dihati ku
Dan sampai kapan pun aku tak kan bisa melupakanmu
Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri